Selamatkan Ibu dan Anak Melalui Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng

Semarang (10/11) Masih tingginya Angka Kematian Ibu (AKI) di Jawa Tengah merupakan masalah serius yang membutuhkan kerja sama dari semua pihak. Tidak hanya akademisi dan praktisi saja yang berperan menurunkan AKI, namun juga peran kader PKK di dasawisma. Dengan adanya Program5NG (Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng) di Jawa Tengah diharapkan adanya peran serta ibu-ibu PKK untuk turut “nginceng wong meteng” agar ibu dan bayi selamat dan sehat secara optimal. “Nginceng” yang dimaksud disini adalah memantau kesehatan ibu dan bayinya melalui kunjungan ante natal care (ANC) dari K1 hingga K4. Dengan begitu banyaknya kaum ibu menjadikan para praktisi kesehatan, seperti bidan, perawat, dan dokter tidak mampu untuk selalu memantau kesehatan ibu hamil, sehingga perlu keterlibatan ibu-ibu PKK untuk membantu sebagian tugas para praktisi.

Hal tersebut merupakan hasil diskusi dalam seminar nasional “Manfaat Hasil Survei Indikator Kesehatan Nasional (Sirkesnas) dalam Mendukung Pembangunan Kesehatan Melalui Program Jateng Gayeng Nginceng Wong Meteng (5NG)”. Seminar tersebut diselenggarakan atas kerja sama Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat (IAKMI) Pengurus Daerah Jawa Tengah, dan Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Pengurus Jawa Tengah serta dibantu juga oleh mahasiswa Jurusan Ilmu Kesehatan Masyarakat, Unnes, yang dikoordinatori oleh Wirantika Putri P. dan Intan Nurjannah P.T.

Pembicara dalam seminar nasional ini adalah Ibu Hj. Sudarli Heru Sudjatmoko (Wakil Ketua TP PKK Provinsi Jawa Tengah), Dr. Siwanto, MHP, DTM (Kepala Balitbang Kemenkes RI), dr. Adang Bachtiar, M.P.H., Sc.D. (Ketua IAKMI 2013-2016), dan dr. Yulianto Prabowo, M.Kes (Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah) serta dihadiri oleh pegawai dinas kesehatan, bidan, mahasiswa, dan praktisi kesehatan (Lukfaz).

Materi seminar dapat diunduh disini

Silahkan bisa dishare!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *