Pelatihan

PELATIHAN/ PENYEGARAN INTERAKTIF ETIK LANJUT: PENELITIAN KESEHATAN DENGAN MELIBATKAN MANUSIA SEBAGAI SUBYEK
Kerja sama antara Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) UNNES, Komisi Etik Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Nasional (KEPPKN) KEMENKES RI, dan Asosiasi Institusi Perguruan Tinggi Kesehatan Masyarakat Indonesia (AIPTKMI)

Latar Belakang
Perkembangan ilmu kesehatan dipacu dan diarahkan oleh penelitian kesehatan. Sebelum hasil penelitian dapat dimanfaatkan dengan aman dan efektif untuk kesehatan manusia, diperlukan penelitian dengan mengikutsertakan relawan manusia sebagai subyek penelitian. Relawan manusia yang bersedia menjadi subyek penelitian mungkin akan mengalami ketidaknyamanan dan rasa nyeri serta terpapar terhadap berbagai macam risiko.
KEPPKN menjabarkan lebih lanjut 3 prinsip dasar etik, dan dengan mengacu pada standar WHO 2011 ketiga prinsip tersebut dikembangkan menjadi 7 butir penilaian dan pengkajian protokol penelitian kesehatan untuk memperoleh kelayakan etik (ethical clearance), dengan dipandu oleh pedoman mutakhir WHO-CIOMS 2016. Secara keseluruhan, berbagai rujukan universal dan global tersebut digunakan sebagai acuan dasar untuk melakukan pelatihan, penyegaran, bagi peneliti dan anggota KEPK serta standarisasi, dan akreditasi KEPK di Indonesia.
Komisi Etik Penelitian Kesehatan (KEPK) Universitas Negeri Semarang berdiri sejak 2015 yang ditandai dengan dilakukannya pelatihan etik dasar oleh seluruh anggota. Pelatihan etik dasar tersebut diselenggarakan oleh KEPK UNNES bekerja sama dengan KNEPK dan beberapa kampus kesehatan yang mengirimkan delegasi peserta. Secara berjenjang dan berkesinambungan, pelatihan etik yang dirancang KEPPKN terdiri dari etik dasar, etik lanjut, serta kesekretariatan dan operasional KEPK. Baik peneliti maupun anggota KEPK memerlukan penyegaran etik secara berkesinambungan agar dapat memiliki pemahaman terhadap pedoman dan standar mutakhir. Sehubungan dengan hal tersebut, dalam rangka penyamaan persepsi dan pemahaman terhadap pedoman etik lanjut baik bagi peneliti maupun anggota KEPK maka diperlukan pelatihan etik lanjut yang diselenggarakan oleh KEPK UNNES bekerja sama dengan KEPPKN KEMENKES RI, dan AIPTKMI.

Tujuan
Tujuan diselenggarakannya pelatihan etik lanjut ini sebagai berikut:
1. Memahami dan menerapkan prinsip dan wawasan etik penelitian yang melibatkan manusia sebagai subyek.
2. Memahami dan menerapkan penggunaan pedoman mutakhir etik penelitian, kesehatan masyarakat, dan klinis.
3. Memahami standar persetujuan kelaikan etik usulan protokol penelitian oleh KEPK secara universal berdasarkan etik lanjut.
4. Mampu menyusun protokol penelitian sesuai dengan pedoman etik mutakhir.

Waktu dan Tempat Pelatihan
Pelatihan etik lanjut dilaksanakan pada Selasa dan Rabu, 15 dan 16 Agustus 2017 di Hotel Grasia, Jl. S Parman No. 29, Gajahmungkur, Kota Semarang

Peserta
Peserta dalam pelatihan etik lanjut ini adalah:
1. Anggota komisi etik yang telah memiliki sertifikat dasar
2. Dosen, peneliti, dan mahasiswa yang telah memiliki sertifikat etik dasar

Jadwal Kegiatan
Hari I: Selasa (15 Agustus 2017)
Sesi I: 08.00-12.15 (Dr. dr. Triono Soendoro, Ph.D)

  • Pembukaan
  • Capita Selecta: Memahami 3 Prinsip Etik (1979) dan 7 Standar Kelaikan WHO (2011)/KEPPKN 2017 dan Menerapkan 25 Butir Pedoman WHO-CIOMS (2016)
  • Penelitian Observasional: Kasus Observasi Perawat di RS dan Pasien di Ruang Tunggu
  • Penelitian dengan Memanfaatkan Data Sekunder: Mempelajari Perilaku Kesehatan (Kasus Pap Smear)
  • Penerapan 7 Standar Kelaikan/Kriteria terhadap Usulan Penelitian yang Laik Etis
  • Studi Kasus Kelaikan Penelitian yang Etis: Peregangan Fisik (Keolahragaan)

Rehat Makan Siang (12.15-13.00)
S
esi II: 13.15-17.00 (Dr. dr. Triono Soendoro, Ph.D)

  • Cukup melalui ijin Penelitian atau Persetujuan Etik? Kualitas Pelayanan Kesehatan Keluarga
  • Melanggar Kesepakatan? Mengamati Praktek Perawatan Bayi 1-3 Bulan
  • Studi Kasus: Vaksin Malaria dan Aplikasi Prinsip Etik
  • Studi Kasus: Pemberian Vitamin A dan Diare pada Anak
  • Merekrut Subyek: Etiskah?

Hari II: Rabu (16 Agustus 2017)
Sesi III: 08.00-12.15 (Prof. dr. Siti Fatimah Muis, M.Sc., Sp.GM.)

  • Draft, Borang, dan Instrumen Akreditasi bagi seluruh KEPK
  • Pengembangan Mikrobiside
  • Studi Kasus HCU/ICU: Efek Samping Keselamatan Pasien
  • Pemerataan Beban dan Resiko: Eksploitasi?
  • Ketimpangan Subyek? Pengembangan Fase II – Vaksin TBC (Vaccina Ankara Vaksin-MVA)

Rehat Makan Siang 12.15-13.00
Sesi IV: 12.15 – 17.00 (Prof. Dr. dr. Suprihati, SpTHT-KL, M.Sc.)

  • Pemerataan Beban dan Resiko: Eksploitasi?
  • Studi Kasus Epidemiologi Klinik: Vaksin Trivalen dan Pentavalen
  • Studi Kasus: Membandingkan Kondom Pria & Wanita
  • Epidemiologi Klinik: Vaksin Trivalen dan Pentavalen

Fasilitator
Fasilitator pelatihan etik lanjut ini adalah:
1. Dr. dr. Triono Soendoro, Ph.D.: Ketua KEPPKN KEMENKES RI
2. Prof. dr. Siti Fatimah Muis, M.Sc., Sp.GM.: Anggota KEPPKN dan KEPK UNDIP/RSDK
3. Prof. Dr. dr. Suprihati, SpTHT-KL, M.Sc.: Ketua Komisi Etik FK UNDIP/RSDK

Biaya Pelatihan
Biaya pelatihan etik lanjut sebesar Rp. 1.500.000,-

Cara Pendaftaran
1. Menyiapkan sertifikat etik dasar.
2. Mengunduh surat pernyataan kesediaan mengikuti secara penuh pelatihan etik dasar. Surat dapat diunduh disini.
3. Mengisi surat pernyataan dan menandatanganinya di atas materai Rp 6.000.
4. Memindai (scan) sertifikat etik dasar dan surat pernyataan yang sudah ditandatangani.
5. Melakukan pendaftaran online dan mengunggah hasil scan pada nomor 4 (masing-masing) dalam bentuk pdf atau jpg. Pendaftaran pelatihan etik lanjut secara online dapat diklik disini.
6. Melakukan pembayaran biaya pelatihan etik lanjut ke Rekening BNI atas nama NUR SIYAM, No Rekening: 0379799454

Silahkan bisa dishare!