Home Berita Edisi COVID-19: Diseminasi Hasil Survei Aktivitas Mahasiswa Jurusan IKM Selama WFH

Edisi COVID-19: Diseminasi Hasil Survei Aktivitas Mahasiswa Jurusan IKM Selama WFH

1536
0

Semarang (22/4) Pemerintah telah menetapkan kebijakan Work From Home (WFH) sebagai upaya memutus rantai penularan COVID-19. Termasuk di dalamnya adalah perkuliahan di rumah yang sudah lebih dari 1 bulan yang sudah ditetapkan di UNNES. Berbagai aktivitas dilakukan mahasiswa selama WFH. Hal inilah yang melatarbelakangi peneliti dari Himpunan Mahasiswa Jurusan IKM untuk melaksanakan survei aktivitas mahasiswa Prodi Kesmas dan Gizi selama WFH dan aktivitas yang melibatkan banyak orang  (zero physical distancing). Survei ini dilaksanakan sebagai upaya advokasi yang berbasis bukti kepada Jurusan IKM untuk senantiasa meningkatkan kualitas dan akseptabilitas pembelajaran jarak jauh dan untuk mencegah penularan COVID-19 di kalangan mahasiswa. Ada sejumlah fakta menarik dari survei ini, antara lain ditemukan jenis-jenis aktivitas untuk mengurangi bosan selama WFH, ditemukan beberapa mahasiswa yang masih melakukan aktivitas yang melibatkan banyak orang, ditemukan perubahan positif dari mahasiswa selama menjalani WFH, dan evaluasi pembelajaran daring dari mahasiswa. Berikut temuan dari hasil survei:

1. Responden survey

2. Aktivitas mahasiswa selama WFH

Kebijakan WFH menjadikan orang-orang mempunyai waktu luang yang lebih banyak. Seseorang akan melakukan beberapa kegiatan yang menunjang dirinya agar tidak bosan selama aktivitas WFH. Dalam mengisi waktu luang selama WFH, selain kegiatan untuk kuliah daring, mahasiswa juga menerapkan beberapa kegiatan yang dapat dilakukan selama di rumah. Dapat dilihat dalam grafik di bawah ini:

3. Aktivitas mahasiswa yang melibatkan banyak orang

WFH merupakan kebijakan yang mengharuskan setiap orang untuk bekerja, belajar, dan beribadah di rumah. Hal tersebut dilakukan dengan harapan dapat memutus rantai penyebaran COVID-19. Dalam hasil survei yang dilakukan kepada responden mahasiswa Jurusan IKM ini mendapatkan hasil bahwa masih ada beberapa mahasiswa yang mendekati kerumunan massa dan belum seutuhnya melakukan anjuran untuk tetap di rumah. Dapat dilihat dalam grafik di bawah ini:

4. Perubahan positif mahasiswa yang dialami selama WFH

Kebijakan WFH membuat mahasiswa harus melakukan aktivitas yang masih bisa dilakukan di rumah. Hal tersebut membuat banyak mahasiswa mengasah kekreativitasannya. Mahasiswa mempunyai banyak ide dan cara dalam mengisi waktu luangnya. Hal tersebut dapat membuktikan bahwa kebijakan WFH dapat memberi dampak ataupun perubahan yang positif bagi mahasiswa antara lain:

  1. Mahasiswa menjadi lebih rajin membaca baik buku, jurnal, ataupun referensi lain yang menunjang pembuatan skripsi.
  2. Mahasiswa menjadi lebih rajin dan bisa memasak.
  3. Mahasiswa dapat mempelajari dan mengasah softskill seperti membuat desain atau artwork dan berdagang secara online.
  4. Mahasiswa menjadi rajin dalam beribadah.
  5. Mahasiswa menjadi rutin dalam berolahraga di rumah.
  6. Mahasiswa menjadi lebih rajin membantu orang tua dalam urusan membereskan rumah.
  7. Mahasiswa dapat belajar memanajemen waktu dengan lebih baik.
  8. Mahasiswa menjadi lebih waspada terhadap berbagai penyakit.
  9. Mahasiswa menjadi lebih hemat.
  10. Mahasiswa menjadi menerapkan pola hidup sehat baik dalam hal kebersihan diri maupun pemilihan makanan yang bergizi dan tidak sembarangan.
  11. Mahasiswa menjadi lebih mandiri dalam mengurusi urusan pribadinya.
  12. Mahasiswa menjadi lebih update terhadap berita saat ini.
  13. Mahasiswa menjadi lebih banyak waktu untuk dihabiskan bersama keluarga.
  14. Mahasiswa menjadi lebih aware terhadap kesehatan baik dirinya sendiri maupun keluarganya.
  15. Mahasiswa dapat memanfaatkan teknologi yang ada saat ini dengan lebih.

5. Evaluasi pembelajaran daring berdasarkan umpan balik mahasiswa

Kebijakan WFH yang mengharuskan setiap orang untuk melakukan aktivitas di rumah ini merupakan salah satu kebijakan yang mendorong perkuliahan juga dilakukan dengan daring. Mahasiswa dan dosen harus melakukan perkuliahan melalui beberapa aplikasi yang mendukung untuk dilakukannya perkuliahan secara daring. Dengan diadakannya perkuliahan daring ini diharapkan dapat mengganti perkuliahan tatap muka yang biasa dilakukan. Perkuliahan daring dilakukan agar mahasiswa tetap dapat memenuhi hak dan kewajibannya dalam mendapatkan materi perkuliahan sesuai dengan sks yang ditempuhnya. Akan tetapi, dalam penerapan kuliah secara daring ini menuai beberapa tanggapan dari mahasiswa melalui evaluasi umpan balik mahasiswa. Umpan balik dari mahasiswa tersebut antara lain:

  1. Mahasiswa menilai bahwa dalam pelaksanaannya, kuliah daring kurang efektif dilakukan. Hal ini karena materi perkuliahan tidak sepenuhnya dapat dipahami mahasiswa dan perkuliahan tidak dilakukan sesuai dengan jadwal yang seharusnya. Beberapa mata kuliah bahkan ada yang dilakukan di hari libur.
  2. Mahasiswa menilai bahwa seharusnya perkuliahan secara daring dilakukan dengan tatap muka melalui media daring bukan dengan mengganti pertemuan dengan tugas yang dikumpulkan secara daring.
  3. Mahasiswa menilai bahwa perkuliahan daring memakan kuota yang sangat banyak sehingga diharapkan ada subsidi kuota internet yang memadai.
  4. Mahasiswa menilai bahwa dengan kuliah daring membuat beberapa pengerjaan tugas kelompok sulit dikomunikasikan.
  5. Mahasiswa menilai bahwa adanya WFH membuat beberapa penelitian terhambat sehingga tidak dapat melanjutkan pengerjaan skripsi.
  6. Mahasiswa menilai bahwa dengan WFH, bimbingan skripsi menjadi tidak maksimal karena faktor response time bimbingan skripsi secara daring.
  7. Mahasiswa menilai bahwa sistem pendukung kuliah daring seperti elena terkadang bermasalah (error) sehingga kurang mendukung akses untuk perkuliahan daring.
  8. Mahasiswa menilai bahwa dengan kuliah daring melalui video group kurang berjalan dengan lancar dikarenakan kendala koneksi dari masing-masing mahasiswa.
  9. Mahasiswa menilai bahwa sebelum memberikan tugas hendaknya diberikan materi dan penjelasan (dapat melalui video) mengenai materi pembelajaran tersebut.
  10. Mahasiswa menilai bahwa perkuliahan daring sangat menguras tenaga dan pikiran karena harus di depan laptop maupun handphone setiap saat untuk mengerjakan tugas dan memantau perkuliahan.

Beberapa temuan hasil survei di atas menunjukkan bahwa masih ada mahasiswa yang melaksanakan aktivitas yang melibatkan banyak orang selama WFH sehingga berisiko tinggi tertular COVID-19. Selanjutnya, beberapa umpan balik dari mahasiswa diharapkan dapat menjadi valuable input bagi Jurusan IKM untuk melakukan continous improvement dalam  layanan akademik dan nonakademik di Jurusan IKM. Mari kita selalu berdoa kepada Allah SWT agar pandemi COVID-19 segera berakhir sehingga aktivitas kembali seperti semula.

Selain diseminasi melalui laman Jurusan IKM, hasil survei ini juga telah didesiminasikan melalui beberapa media sosial melalui poster. Di bawah ini adalah poster diseminasi hasil survei.

 

Penulis/ Peneliti: